Islam adalah Agama Perbaikan

KH. Maruf Amin

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI Bidang Kehidupan Beragama

 

Mari kita jadikan bulan Ramadhan ini momentum untuk memperbaiki diri. Karena Islam sendiri adalah agama perbaikan (risalah islahiah). Perbaikan dalam Islam selalu dilakukan terus-menerus. Perbaikan menurut para ulama adalah perbaikan kepada yang lebih baik. Jika sudah baik maka harus lebih baik lagi. Apa yang diperbaiki Islam?

 

Dahulukan Maslahat

Pertama, perbaikian akidah (islahul aqidah), sesuai tuntunan surat al Ikhlas. Akidah kita bertauhid kepada Allah Swt. Kedua, islahul ibadah; melakukan perbaikan ibadah supaya ibadah kita sesuai: hanya kepada Engkau kami mengabdi, hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan. Supaya ibadah kita lebih baik lagi, ada yang disebut Al Ikhsan; hendaklah dalam beribadah kepada Allah seperti kamu melihat Allah. Kalau kamu tidak melihat Allah, Allah melihat kamu. Artinya harus khusyu.  Kedua, islahul ahlaq. Rasulullah  mengatakan; saya diutus untuk menyempurnakan budi pekerti. Karena itu, risalah islamiyah juga risalah ahlaqiyah, berisi pesan-pesan moral, perbaikan-perbaikan yang lengkap agar kita memiliki ahlaq mulia (ahlaqul karimah).

Ketiga, islahul muamalah. Aspek-aspek ekonomi, sosial, budaya juga politik. Muamalah memang wilayah kreasi manusia yang diberikan Allah kepada manusia. Karena itu umumnya menyangkut keduniaan. Rasulullah mengatakan, antum a’lamu bidunyakum (kalian lebih tahu urusan duniamu) Tapi ada rambu dan panduannya. Para ulama membuat kaedah; asalnya muamalah itu boleh kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Muamalah merupakan perpaduan prinsip Rasulullah tersebut dengan teknologi atau rekayasa manusia dan prinsip-prinsip ketuhanan. Antara antum a’lamu bidunyakum dengan haaza sirati mustaqiima fatta biuhu (adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia ). Misalnya dalam masalah ekonomi, boleh apa saja. kecuali ada di dalamnya gharar (manipulasi), maisyir (gambling) dan riba. Bagaimana mengembangkan ekonomi menjadi kewenangan manusia sepenuhnya sepanjang rambu-rambu dipatuhi.

Keempat, cara berpikir (islahul fiqrah). Cara berpikir menurut Islam mengedepankan kemaslahatan atau kesejahteraan dan menghilangkan kemafsadah. Kalau maslahah ada, itu diperbolehkan agama, tapi tidak kalau ada mafsadah.  Bahkan ada ulama yang mengatakan: sebenarnya Islam isinya maslahah dan mafsadah. Karena itu ada kaedah yang berbunyi; menolak kerusakan menurut Islam harus didahulukan daripada mengambil kemasahatan. Kalau ada di situ maslahah tapi juga ada mafsadah, maka itu harus ditolak karena menolak kerusakan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.

Ada maslahah yang dibenarkan syariah (maslahah  haqiqiyah). Karena itu para ulama membagi maslahah menjadi; Maslahah al-Mu’tabarah; dibenarkan agama, ada justifikasi dan nash dari ayat. Kedua,  maslahah al-Mulghah; yang ditolak. Mungkin orang ada yang menganggap itu maslahah tapi oleh agama ditolak. Misalnya, yang paling jelas, judi dan minuman keras. Dalam Al Qur an di sebut; mereka mempertanyakan soal minuman keras dan judi. Allah mengatakan, ada manfaatnya, tapi dosanya lebih besar dari manfaatnya. Karena itu ditolak agama.

Ada maslahah mursalah; maslahah yang tidak ada pembenaran dari nash tapi tidak ada juga penolakan dari nash. Di sinilah kita harus melakukan penelitian dan pengkajian. Kalau maslahat yang memang tidak ditolak agama, itu dibolehkan agama untuk kita ambil. Karena itu ulama mengatakan; kalau di situ ada maslahat, berarti sesuai syariat Allah sepanjang tidak ada penolakan dari syariah. Jadi yang harus dilihat adalah apakah memang benar maslahat, membawa kemanfatan sebesar-besarnya untuk masyarakat. Kalau itu sudah benar maka harus dilihat lagi apakah nanti dampak jangka jauhnya memberikan mudharat.

* Dari tausiyah Silaturahim, Buka Puasa dan Tarawih Keliling (Sitarling) ICMI di Kediaman Prof. Dr. Ginandjar Kartasasmita (21/ 08/ 10)

 

 

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s