Tidak Hanya Kuantitas, Tingkatkan Juga Kualitas

Prof. Dr. Bambang Pranowo

 Walau negara kita tidak resmi  berdasar islam. kita syukuri kemerdekaan  kita walau dasar kita tidak islam tapi mencoba isinya makin islam. Ini menjadi tantangan secara keberagamaan kita sudah semarak. Yang belum ada kesadara aktualnya. Rasulullah ditanya para sahabat suatu hari; ya rasulullah, apa yang disebut agama? Rasulullah menjawab; agama itu adalah ahlak yang mulia. Jadi inti keberagamaan adalah ahlak yang mulia.

Secara Geografis tidak Mayoritas

Bung Karno merubah wajah Jakarta sehingga pantas menjadi ibukota negeri muslim terbesar dan dikenal menjadi kota seribu masjid dengan mendirikan masjid terbesar yaitu Istiqlal di pusat Kota. Daerah Kramat Tunggak dulu dikenal para pelaut sebagai kota dengan pusat pelacuran terbesar. Namun Gubernur DKI bersama Dinas Sosial DKI merubahnya menjadi Islamic Center serta memberikan keterampilan dan modal untuk para PSK mencari pekerjaan halal.

Ketika berkunjung ke negara sahabat saya kerap ditanya kenapa indonesia mayoritas Islam tapi dasarnya tidak islam? Memang Indonesia mayoritas islam tapi secara geografis Indonesia yang mayoritas Islam hanya di bagian barat; dari kota kecil Sabang sampai ke Banyuwangi, Jawa timur. Kalau menyeberang Banyuwangi penduduknya beragama Hindu. Di  Bali, Sumbawa dan Lombok, penduduknya masih ada yang Islam. Tapi ratusan pulau di NTT adalah Katolik atau Kristen. Seribu pulau di Maluku  mayoritas Kristen.

Secara geografis sebetulnya lebih luas yang non muslim seperti di Kalimatan. Karena itu kita mendasarkan dengan pancasila, Irian Jaya sebelumnya Islam hanya 3%, hanya di Fak-fak. Tapi karena menjadi bagian RI, islam berkembang terus dan sekarang 33% di Papua. Sebaliknya di Timor-Timor ketika menjadi bagian RI, di kota, kabupaten sampai kecamatan ada masjid minimal mushala. Tapi begitu lepas dari RI, apa yang terjadi? Sekarang ini masjid tinggal satu di Dilli. Masjid an Nur. Karena itu justru demi Islamlah kita mengunakan dasar yang bukan islam.

 Mari kita isi keIslaman kita di Indonesia sehingga lebih  bermanfaat. Sehingga mayoritas islam bukan hanya besar dalam angka tapi juga dalam kualitas, melalui jalur apapun, apakah ICMI, PII, NU, Muhammadiyah, dsb. Sekarang kita lihat  semua bank ada ekonomi syariah. Artinya kalau kita bisa menonjolkan nilai Islam yang memang bermanfaat dirasakan urgensinya umat. Kalau itu bisa secara sistem diperbaiki, mudah-mudahan Indonesia bisa menjadi lebih bersih dan dikenal  sebagai negeri muslim terbesar tapi mampu berdemokrasi. Waktu itu dikatakan Islam tidak kompatibel dengan demokrasi. Sekarang ternyata terbukti kita mampu berdemokrasi. Karena itu mari kita tunjukkan dan hendaknya demokrasi mengarahkan kita kepada pemerintahan yang tidak hanya bersih juga penegakkan hukum yang kuat. Demokrasi tanpa penegakan hukum menjadi anarki. Tapi hukum tanpa demokarsi akan menjadi ruled by the ruler.

Tausiyah Sitarling di Kediaman Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s