Momentum Penyeimbang Kembali Hidup

Prof. Dr. M. Bambang Pranowo ~Dewan Pakar ICMI Pusat

Hidup ini ibarat perjalanan. Karena itu Ramadan adalah suatu bulan yang diharapkan menyeimbangkan pendulum kehidupan kita. Kalau yang 11 bulan lalu kita banyak berorientasi pada duniawi belaka. Seperti disebutkan Al Qur’an surat at Takatsur; Lena manusia itu karena at Takatsur. Dia berbanyak-banyakan mencari harta dunia. Maka di bulan Ramadan ini kita memperbanyak ibadah. Menyeimbangkan kembali perjalan hidup kita sehingga seimbanga antar jasmani dan rohani, dunia dan akhirat.

 

Perkara Yang Sembilan

Karena itu ibadah Ramadan pada hakekatnya adalah upaya yang serius untuk mengembalikan supremasi ruh atas jasad. Sebab di luar bulan Ramadan kita tidak terasa justru didominasi kebutuhan yang sifatnya jasadiah. Yaitu ‘Perkara Sembilan’; lobang sembilan yang ada di jasad kita; mata, hidung, mulut, telinga, dubur dan qubul.

Kalau itu kesibukan kita dalam kehidupan, maka kita diplonco oleh lubang yang Sembilan. Tidak genap. Harus digenapkan dan ingat lubang yang ke-10 yaitu lubang kubur. Orang banyak mikirkan dunia tapi sering lupa lubang yang kesepuluh. Padahal kalau kita sudah dipanggil Allah SWT, seluruh harta benda yang kita miliki tidak ada gunanya.

Bulan Pengisian BBM

Setahun ada 12 bulan, yg 11 bulan kita hanya diplonco. Sekarang di Ramadan diluruskan kembali sehingga pendulum kehidupan kita, spiritual kita diisi. Sebab kita digerogoti. Ibarat naik kendaraan. Naik mobil. Kalau dipakai terus tentu saja BBM-nya makin habis. Dilihat di speedometer-nya BBM hampir habis. Orang yang bijak segera sebelum BBM habis mampir ke pom bensin untuk menambah BBM supaya perjalannya lancar. Ramadan adalah bulan pengisian BBM spiritual. BBM (Bulan Barakah dan Maghfirah). Motor kita dibawa ke pom bensin langsung diisi dengan PREMIUM (Prei dari Makan dan Minum ) agar tidak diplonco oleh hanya makanan. Selain Premium ada Solar. Betul. Memang juga agar meningkatkan SOLAR (Sholatnya yang Rajin). Kalau di luar Ramadan shalatnya tidak rajin ditambah, bukan hanya yang wajib juga yang sunah.

Tapi puasa kita tidak ada gunanya kalau tidak melahirkan perubahan pada diri kita. Karena itu Rasulullah mengatakan; ‘Banyak sekali orang berpuasa tapi tidak dapat apa-apa kecuali lapar dan haus’. Yaitu puasa yang tidak meningkatkan kualitas diri kita. Rasa dekat kita kepada Allah dan kepedulian kita. Karena dari lapar dan haus kita diharapkan lebih peduli kepada mereka yang menderita.

Sekarang dianjurkan oleh Pemerintan untuk pakai PERTAMAX (Pertahan Diri dari Maksiat). Jadi kalau puasa tidak bisa meningkatakn pertahan diri dari maksiat, tidak ada gunanya. Terus ada yang tanya; Pak tapi kalau pesawat kan pakai avtur. Oh iya AVTUR (Anti Vitnah Kepada Urusan Orang) juga penting.

Karena itu marilah kita petik hikmah puasa ini. Sehingga ujungnya seperti yang diharapkan yaitu kita betul-betul Itkum minannar. Terbebas dari api neraka. Kalau di Betawi kita biasanya menyambut ramadan berakhir dengan membuat ketupat. Kalau orang Jawa bilang kupat. Puasa harus ditutup dengan KUPAT (Laku Yang Empat). Kalau tidak, puasanya tidak sempurna. Apa itu Laku Yang Empat? Pertama, takbiran, setelah takbiran harus segera membayar zakat fitrah. Sebab kalau orang puasa tidak membayar zakat maka dikatakan hadis puasanya tergantung antara langit dan bumi, tidak dilaporkan malaikat kepada Allah. Ketiga, shalat ied dan keempat silaturahim.

Terakhir, dalam kesempatan ini saya ingin mengajak mari kita selesaikan Ramadan kita dengan bekal yang harus kita miliki sebagai orang yang berpuasa. Bekalnya tidak banyak, berupa DUIT (Doa, Usaha, Iman, Taqwa) jumlahnya SATU JUTA (Sabar, Tulus, Jujur, Tawakal). Mari kita pakai agar Ramadan ini berhasil mengantarkan kita kepada la’alakum tattakum. Sebab orang berdoa tanpa usaha itu bohong dan usaha tanpa doa namanya sombong.

Tausiyah Ramadan di kediaman Wakil Ketua Dewan Penasehat ICMI Pusat, Irman Gusman, SE (01/08/12)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s