Bulan Pengisi ‘BBM’ Rohaniyah

P1250809

Prof. Dr. Bambang Pranowo (Dewan Pakar ICMI Pusat)

Bulan ramadhan adalah bulan pengisian  ‘BBM’ rohaniah. Yang kesebelas bulan lain barangkali  tersita untuk hal-hal bersifat jasadiyah.  Di bulan ramadhan diisi dengan ibadah-ibadah kepada Allah SWT, karena itu ramadhan adalah momen  menyeimbangkan kembali orientasi kehidupan yang hampir setahun tersita dengan hal-hal jasadiyah, diorientasikan  bembali  ke rohaniyah. Maka hakikat bulan ramadhan adalah mengembalikan supremasi ruh atas jasad. Di bulan ini yang unggul dan memimpin aktivitas selama ini hal yang bersifat rohaniyah.

Lubang yang Sembilan

Kita lihat bersama jasad kita ada jendela-jendela, lubang-lubang berjumlah sembilan. Di kepala kita ada mata, hidung, mulut, telinga, yang dua mohon dicari sendiri. Hidup manusia itu kalau tidak bisa dikendalikan, hanya dipimpin lubang yang sembilan, oleh ki dalang disebut babahan nowo songo; lubang yang sembilan. Kita ingin pemandangan yang indah, hanya urusan mata, musik yang merdu merayu hanya urusan telinga, ingin harum wangi hanya urusan hidung, ingin makan minum lezat dan segar hanya urusan mulut, dan membuangnya  di lubang ke- 8. Sedang untuk keingingan lainnya, tahu sendiri.

Kalau kita diplonco oleh yang sembilan itu bahaya, karena hidup kita berarti hanya diplonco hal yang bersifat jasadiyah. Lupa dengan yang ruhiyah, lupa dengan yang ke-10. Apa itu? Lubang kubur. Karena tidak ada sesuatu yang pasti di dunia ini. Kita boleh  mencalonkan jadi anggota legislatif DPR, tapi belum tentu jadi.  Pilpres nanti kita yakin pasangan pilihan kita akan jadi, tapi ternyata belum tentu. Tunggu besok

Kalau maut itu pasti. Tapi manusia untuk sesuatu yang belum pasti, berani berbuat pasti. Untuk mendapatkan rumah, orang berani  akad kredit sanggup potong gaji selama 15 tahun. Padahal belum tentu hidupnya sampai 15 tahun lunas . Waktu saya dan istri mengambil rumah pertama dengan akad kredit sanggup potong gaji selama 15 tahun. Tahu-tahu tetangga kami meninggal dan baru 2 tahun menepati Tentu tidak ada yang mengira akan tinggal di situ hanya 2 tahun. orang berani berbuat pasti untuk sesuatu yang belum pasti. Tapi untuk yang pasti yaitu maut, orang malah kadang tidak berbuat pasti.

Karena itu, ramadhan mengajak kita untuk olah rohani diisi dengan bbm rohaniyah. Karena energi kita banyak dipakai untuk  menuruti lubang yang sembilan itu. BBM singkatan dari Bulan Barakah dan Maghfirah. Motor atau mobil kalau dipakai terus tentu bahan bakar akan habis. Orang bijak sebelum BBM habis segera mampir ke pom bensin untuk isi kembali. Isi yang premium (Prei dari Makan dan Minum). Ada yang juga isi dengan solar (Shalatnya Lebih Rajin).

Tentu kalau ingin memetik ramadhan sehingga mempunyai makna yang lebih tinggi, isi dengan pertamax; Pertahanan dari Maksiat. Orang puasa ramadhan tidak ada gunanya jika tidak bisa mempertahankan diri dari segala bentuk maksiat. Kam Min Shoimin Laisa Lahu Min Shiyamihi Illal Ju’u Wal ‘Athosy*.. Banyak sekali orang puasa tidak mendapat apa karena tidak mencegah dari segala fasyak dan munkar.

Karena itu, pertamax rohaniyah inikita pakai untuk melangkah hari ke depan, termasuk dalam menyikapi pilpres besok. Mungkn ada yang mati-matian mendukung A atau B, tapi tidak jadi. Maka kita tetap sebagai seorang muslim faiza azamta fatawakkal alAllah. Kita sudah punya kemauan yang begitu kuat tapi kok jadinya seperti itu? Tawakal kepada Allah dan ber-khusnuzhan. Allah punya desain yang lebih baik. Tentu akan kecewa sekali kalau jago kita kalah. Tapi sebagai seorang muslim yang sudah diisi dengan BBM rohaniyah, kita harus senantiasa berbaiksangka, ini Allah yang lebih tahu mana yang lebih baik. Sehingga tidak perlu ada kecewa.

P1250804EDIT

Rencana Besar Allah

Bayangkan kalau kita hidup di jaman Pangeran Diponegoro. Seluruh orang Jawa memberontak. Kyai, Ulama kompak di belakang Pangeran Diponegoro tapi ujungnya kita tahu bagaiman beliau dihinakan, ditangkap di Magelang dengan perjanjian,  ditipu dan dibuang ke Sulawesi sampai meninggal. Mungkin kalau kita hidup di jaman itu protes, ya Allah bagaimana ini, kita berjuang untuk agama Allah kenapa tidak membela kami? Tapi coba diletakkan ke perspektif desain rencana Allah. Ternyata ada rencana yang lebih besar  Kalau Pangeran Diponegoro waktu itu menang, maka yang jaya  hanyalah Mataram meliputi Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Andai Tuanku Imam Bonjol menang itu hanya bumi Minangkabau. Andai Tengku Umar menang hanya Aceh, Hasanuddin menang hanya sepojok Sulawesi Selatan. Tapi rupanya yang kalah itu dalam rangkaian desain yang lebih besar. Akan lahir suatu negeri muslim terbesar yang namanya Indonesia.

Kalau kita lihat Indonesia sekarang, masya Allah, kalau dipasang di Eropa Barat, ternyata dari Sabang sampai Merauke  sama dengan dari London ke Moskow. Bedanya ada 23 negara . Sedang kita satu Negara. Kalau dipasang di Timur Tengah ada Aljazair, Maroko sampai ke Baghdad. Bedanya di Timteng ada 16 negara. Kita ada 1 negara. Apa tidak hebat? TapI untuk sampai ke sana ternyata melalui kalahnya Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, Tuanku imam bonjol, Tengku Umar, dsb. Karena itu, kalau kita meletakkan dalam perspektif itu, tidak ada kata-kata kecewa, sekalipun yang kita jagokan besok itu dinyatakan kalah. Karena Allah yang lebih tahu mana yang lebih baik bagi masa depan Indonesia.

Hadirin sekalian, karean itu, dalam menghayati makna ramadhan, marilah kita sikapi besok  dengan senantiasa berbaiksangka kepada Allah SWT. Puasa mengajarkan kita untuk menahan diri, karena intinya adalah al-imsaku ‘anil-fi’li Hakikat puasa adalah menahan diri dari berbuat sesuatu. Semua orang yang mencapai sukses pasti melalui proses menahan diri yang luar biasa. Seorang mahasiswa sukses pasti dia menahan diri dari pergaulan yang tidak ada perlunya. Dia lebih tekun di perpustakaan, kuliah sehingga sukses. Seorang pengusaha sukses pasti juga menahan diri dari spending yang tidak perlu, ditabung, diinvestasikan untuk kemudian ditanam lagi di hal-hal yang  lebih produktif.

Bangsa-bangsa yang sekarang maju, kita tahu tesis terkenal Max webber;  protestant ethic and the rise of capitalism, negara-negara yang maju ternyata juga karena dia bisa menahan diri tidak spending untuk hal-hal yang tidak perlu, tapi untuk masa depan. Demikian pula kita harapkan, mudah-mudahan segala pengorbanan yang sudah dilakukan Bapak dan Ibu semua yang terlibat menjadi tim sukses walau mungkin tidak sukses,  hendaknya diniatkan sebagai bagian dari amal ibadah kepada  Allah SWT dan akan mendapat pahala. Yang penting kita memetik hikmah ramadhan, wujudnya berupa DUIT jumlahnya cukup SATU JUTA; Doa, Usaha Iman, taqwa, jumlahnya Sabar Tulus Jujur Tawakal, termasuk menerima hasil pipres besok.

Insya Allah dengan menyikapi hasilnya, hikmah ramadhan betul-betul kita praktekkan. Kalau kita keluar negeri pasti banyak orang kagum,. Hendaknya kita bisa teruskan perhitungan, mudah-mudahan lancer, aman damai, dst akan menjadi poin bagi bangsa Indonesia, berlanjut sampai kapanpun Tidak boleh Indonesia jangka panjang ini dikalahkan oleh kemauan jangka pendek.

Dari tausiyah buka puasa bersama di kediaman  Dewan Penasehat ICMi Pusat, Dr. Marzuki Alie Senin, 21 Juli 2014  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s