“Taqwa Inovatif dan Berkelanjutan”

 

P1290513--edit

Al Qur’an mengingatkan, sejarah selalu berulang. Maka, sudah sepatutnya umat mengambil hikmah dan pelajaran untuk melangkah ke depan. “Al Qur’an mengingatkan kita,bahwa seluruh perilaku yang terjadi sekarang, sesungguhnya bagian yang dulu contohnya pernah ada. Kalau dulu gagal, mau gagal lagi juga bisa. Tapi ya kebangetan kalau gagal kemudian diulangi. Tentu yang diulangi adalah: dulu sukses diulangi menjadi sukses. Faktor gagalnya disingkirkan untuk menghadirkan faktor yang baru,” Begitu sebut Anggota Dewan Penasehat ICMI Pusat, Dr. M. Hidayat Nurwahid, MA dalam Silaturrahim dan Buka Puasa bersama ICMI di Kediaman Anggota Dewan Kehormatan ICMI, Adi Sasono, Jakarta (24/5/15).

Berlanjut Setelah Ramadhan

Itulah mengapa AlQur’an menutup ungkapan tentang kewajibkan puasa dengan ungkapanla ‘alakum tattaqun. Menurut Wakil Ketua MPR RI, terjemahan ini kurang tepat ketika dikatakan sebagai: agar engkau menjadi orang yang bertaqwa. Karena berkesan sudah selesai. Padahal maksudnya berkesinambungan.

”Karena orientasinya menjadi ‘itu sudah selesai’, prosesnya selesai. Padahal sesungguhnya Al Qur’an tidak pernah mengatakan proses sudah selesai. Tattaqun itu kata kerja dan disebutkan dalam bentuk fiil mudharib. Dalam Bahasa Indonesia, itu kata kerja yang menunjukkan aktivitas akan. Future tense,” imbuhnya.

P1290515--edit

Tapi tidak sekadar akan. Hidayat melanjutkan, dalam Bahasa Arab, satu kegiatan yang menggunakan kata kerja, mempunyai 4 makna; pertama adalah lil hal. Artinya, taqwa harus direalisasikan dan tidak ditundatunda.

“Harus dikerjakan, direalisasikan kebaikan dan keunggulan ini. Karena taqwa adalah kata kunci tentang keunggulan itu, harus kita kerjakan, bukan nanti. Bukan besok saja deh kalau sudah tuaKalau sudah enak, sudah Syawal atau sudah pulang kampung. Sudah bisa berzakat, dan sudah haji. Tidak. Lil hal. Sekarang juga. Begitu kita punya niat, tercerahkan untuk menjadi muslim yang bertaqwa. Sekarang juga taqwa itu harus kita munculkan, tidak menunggu besok,” tandasnya.

Taqwa juga tidak hanya hari ini. Tidak hanya di bulan Ramadhan. melainkan berkesinambungan, sedang berlangsung dan yang  akan datang. Lilhal wal istiqbal. Selain itu bertaqwa pun perlu inovasi (tajaddud) ada pengembangannya dan juga berkelanjutan,yaitu littajaddun wal istimrar.

P1290525--edit

“Allah juga sangat tahu kehidupan kita tidak menjadi kehidupan yang monoton. Karena tidak mungkin misalnya tiap hari sarapan hanya nasi uduk saja.Sarapan pagi saja adatajaddud, ada inovasinya. Ada hal baru berganti. Memang tidak mungkin manusia dalam satu kondisi yang menjemukan. Allahsangat tahu itu, karenanya taqwa pun jangan yang itu-itu saja. Harus ada inovasi terus menerus. Rasulullah memberi contoh tentang bertaqwa yang inovatif. Amaliyah pada bulan Ramadhan nanti ada pengembangannya di bulan Syawal. Amaliyah di bulan Zulqaidah ada beragam yang baru. Di Zulhijjah ada beragam yang baru lagi. Begitu seterusnya,” jelasnya.

Dalam rangka mempererat silaturahim di bulan suci Ramadhan 1436 H, Majelis Pengurus Pusat ICMI mengadakan acara Berbuka Puasa Bersama di kediaman tokoh-tokoh ICMI dilanjutkan dengan Silaturrahim Tarawih Keliling (Sitarling). Acara tersebut merupakan tradisi yang dilakukan ICMI pada bulan Ramadhan dengan maksud untuk meningkatkan ukhuwah sesama pengurus, anggota dan masyarakat.

Hadir dalam acara tersebut Anggota Dewan Kehormatan ICMI Pusat, Muslimin Nasution, Wakil Ketua Dewan Penasehat ICMI Pusat, Akbar Tanjung, Ketua Presidium ICMI Sugiharto, Presidium ICMI Marwah Daud Ibrahim dan Priyo Budi Santoso, Wakil Sekretaris Dewan Pakar ICMI Pusat, M. Syakir Sula, serta Dewan Pakar ICMI Pusat Fahri Hamzah dan Fasli Jalal

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s